MOBIL MURAH SALAH SATU PENYEBAB KEMACETAN

Mobil seakan bukan merupakan barang yang dianggap sangat mahal sekali saat ini. Banyak perusahaan otomotif yang menawarkan fasilitas-fasilitas memadai tetapi ditawarkan dengan harga yang murah. Selain itu, juga banyak perusahaan Leasing yang menawarkan jasa kredit pembelian mobil dengan DP murah dan cicilan dengan bunga yang sangat kecil. Hal ini membuat banyak orang berlomba-lomba untuk membeli mobil. Umumnya mereka membeli mobil untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman yang lebih ketimbang menggunakan kendaraan umum. Disisi lain, gengsi yang berlebihan sangat memacu orang untuk langsung membeli mobil. Ia tidak akan memikirkan kembali berapa harga dari mobil itu sendiri dibandingkan mendapatkan rasa malu karena gunjingan orang lain. Trend ini biasanya terdapat di kota-kota besar seperti DKI Jakarta.

Menurut data Polda Metro Jaya, penambahan mobil baru di Jakarta rata-rata 250 unit per hari. Pada tahun 2007, jumlah kendaraan yang melaju di jalanan Jakarta yang panjangnya hanya 5.621,5 km mencapai 4 juta unit per hari. Rata-rata pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dalam lima tahun terakhir mencapai 9,5% per tahun, sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,1% per tahun. Ini berarti bahwa dalam beberapa tahun ke depan, jalan di Jakarta akan tidak mampu menampung luapan jumlah kendaraan yang terus tumbuh melebihi panjang jalan yang ada. Melihat kondisi ini, maka perlulah ada pembatasan jumlah kendaraan yang melalui jalan-jalan di Jakarta agar tidak melebihi kapasitas yang mampu ditampungnya.

Akibatnya jalan-jalan di ibukota menjadi padat dan macet karena pertumbuhan kepemilikan mobil yang berbanding terbalik dengan pertumbuhan sarana dan prasarana jalan raya. Semakin hari, kemacetan di Jakarta semakin parah. Menurut sebuah penelitian,  kemacetan tersebut membuat masyarakat Jakarta mengalami kerugian hingga Rp 48 triliun per tahun (Detik News, 26 Nop 2008). Puncak kemacetan diperkirakan terjadi pada jam sibuk di pagi hari (sekitar pukul 6.30-9.00 WIB) dan sore hari (sekitar pukul 16.30-19.30 WIB). Kemacetan ini mengakibatkan stres yang tinggi pada pengguna jalan, meningkatnya polusi udara kota, hingga terganggunya kegiatan bisnis.

Sebaiknya pemerintah mengambil tindakan tegas dalam menangani masalah ini, misalnya saja dengan memperbaiki sistem angkutan umum yang sudah ada. Kemudian menyeimbangkan antara harga tiket yang terjangkau tetatpi memberikan pelayanan yang optimal. Lebih tegasdalam memberikan izin pembangunan pusat pusat perbelanjaan, karena banyaknya pusat perbelanjaan juga memicu kemacetan di jalan raya akibat para supir angkutan umum seenaknya menaikkan dan menurunkan penumpang. Membangun halte-halte di lokasi yang tepat. Menaikkan pajak kendaraan bermotor yang nantinya pajak tersebut digunakan untuk pembangunan sarana dan prasana jalan raya maupun transportasi umum.

Apabila semua sistem berjalan dengan baik, dipastikan semua masyarakat akan lebih memilih kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi. Mereka akan berpikir dengan menggunakan kendaraan umum akan merasa lebih simple, murah, dan tidak perlu merasakan stress karena kelelahan dalam perjalanan.

Nama : Riyani Kusumawati

NPM : 26210084

Kelas : 3EB10

Sumber: http://bulletin.penataanruang.net/index.asp?mod=_fullart&idart=165

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s